MahfrudzotMotivasi
Trending

6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Syafi’i

Mahfudzot 01 : 6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Syafi’i6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Syafi’i

أخي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ،
سأنبيك عن تفصيلها ببيان :
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَ درهم وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

Kitab Diwan karangan Imam Syafi’i, beliau berkata :

“Suadaraku Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan beritahukan kepadamu keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan,  kemauan,  sabar,  biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama.”

أخي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ،
سأنبيك عن تفصيلها ببيان :

“Suadaraku Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan beritahukan kepadamu keseluruhannya secara rinci:

Jika kita melihat lebih dalam dari perkataan Imam Syafi’i di atas mungkin akan langsung terlintas dalam pikiran kita bahwa yang namanya menurut ilmu itu benar-benar sulit sebab karena banyaknya syarat, bahkan Imam Syafi’i pun menegaskan dalam bentuk istisna’ atau sebuah pengecualian : “harfu lann” jika kita beralih pada ilmu nahwu yang memiliki salah satu kegunaannya adalah “harfu istiqbal” yang artinya berkelanjutan untuk masa yang akan datang lalu dipadukan pula dengan “fiil mudore” yang berarti sesuatu yang akan terjadi di masa dapan, maka lengkaplah dari sini kita bisa mengambil pemahaman bahwa pada kalimat “lann tanalal ilma” memiliki makna : “tidak akan pernah (selamanya) kita akan mendapatkan ilmu”. Kemudian dengan adanya istisna’ muncullah solusi yaitu ilmu yang tidak bisa di dapatkan kecuali dengan 6 syarat.

Baca juga : Aqidah Imam Syafi’i

Itulah gambaran betapa sulitnya mencari ilmu. Ya, seperti inilah pandangan yang ada pada pikiran kita, ternyata kita tidak menyadari satu hal yang paling penting bahwa Allah SWT telah berjanji barang siapa yang mau mencari ilmu akan di mudahkan jalannya menuju ke tempat tujuan terakhir yang semua orang inginkan yaitu syurga, dan janji itu di sampaikan oleh Rasulullah Saw pada sebuah hadist di bawah ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya”.
(Shahih Muslim : 2699)

Hadist di ataslah salah satu alasan bagi para penuntut ilmu untuk terus memiliki semangat yang semakin lama semakin besar.

Lalu Imam Syafi’i pun memberi tau 6 syarat agar bisa memperoleh ilmu secara sempurna yaitu :

  1. ذكاء
    • “Cerdas”
    Perlu diketahui bahwa cerdas sangat berbeda dengan pintar, sebab semua yang pintar belum tentu cerdas tapi setiap yang cerdas sudah bisa di pastikan dia pintar. Seseorang yang dikatakan cerdas bukan berarti yang mudah memahami pelajaran, menghafal materi dan yang pandai berbicara tapi orang cerdas adalah orang yang tau akan kemampuan dirinya sendiri dan memaksimalkan potensi yang dalam dirinya serta tau kapan dia harus bergerak dan kapan dia harus berdiam artinya lihai dalam memanfaatkan cela dan waktu.
  2. حرص
    • “Kemauan”
    Jelasnya saat manusia memiliki sebuah kemauan untuk menggapai impian maka ia akan berjuang untuk mendapatkan impian tersebut layaknya seorang singa yang mengejar buruannya. Hari ini kita banyak melihat para pemuda-pemudi Indonesia yang memperjuangkan pacarnya agar tidak terpisah dengannya walau mereka tau tindakan itu dilarang agama, pencuri yang berjuang keras membobol kunci pintu rumah korbannya demi harta haram yang ingin ia miliki dan lain sebagainya, mereka melakukan itu semua karena kemauan, karena menganggap kebutuhan. Sekarang coba kita berfikir kenapa sesuatu yang tidak ada ganjaran bahkan yang menjerumuskan kita dalam kegelapan bisa membuat kita memiliki kemauan namun kenapa sesuatu yang sudah jelas memiliki keuntungan yang besar bahkan di janjikan kepada kita Syurga tetapi sulit bagi kita untuk memiliki kemauan.
    Menuntut ilmu tanpa kemauan bagai beras yang di masak kurang air tidak akan pernah ada yang ingin memakannya. Artinya tidak akan pernah meraih sesuatu secara sempurna jika mengejarnya setengah-setengah alias tidak ada kemauan yang kuat.
  3. إجتهاد
    • “Bersungguh-sungguh”
    Begitu pula syarat ke-3, ini masih berkaitan dengan kemauan jika adanya syarat ke-2 maka bersungguh-sungguh sebagai syarat ke-3 akan mudah di lakukan.
    من جد و جد
    Tidak asing lagi bukan bahwa setiap yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Teruslah berjuang hingga kita tak mengenali apa itu rebahan.
  4. درهم
    • “Uang”
    Pada zaman yang sebenarnya belum bisa kita bilang banyak teknologi seorang Imam Syafi’i sekalipun membutuhkan bekal berupa uang sebagai alat untuk membantu dalam perjuangan menuntut ilmu, seperti yang kita ketahui bahwa Imam Syafi’i sebelum pergi menuntut ilmu menuju Madinah ibunya memberikan kepada beliau beberapa dirham. Di bandingkan zaman Imam Syafi’i hidup zaman sekarang yang penuh serba teknologi ini (modern) tidak bisa di pungkiri bahwa uang adalah wasilah atau alat penting yang akan membantu mempermudah menuntut ilmu.
  5. صحبة الأستاذ
    • Bimbingan guru
    Inilah yang membedakan agama Islam dari agama yang lain. Menuntut ilmu tanpa guru bagaikan seorang bayi lapar tanpa ibu, karena ia tidak bisa membedakan mana makanan dan mana yang bukan, pada akhirnya semua yang ada di hadapannya akan di makan lalu akibatnya ia jatuh meninggal karena memakan sesuatu yang layak untuk di makan. Seandainya seorang penuntut ilmu yang tidak di sertai guru maka ia pun akan mempelajari yang tidak boleh di pelajari, memahami yang bukan arti sebenarnya dan yang paling utama tidak akan mengerti adab yang baik dan benar.
  6. طول زمان
    • Panjangnya masa (waktu yang lama)
    Jangankan menuntut ilmu makan pun butuh waktu, Imam Syafi’i saja butuh 30 tahun apalagi kita yang pikiran masih banyak santainya. Tidak ada yang instan semua butuh proses.

Jangan berhenti mencintai ilmu sebelum Allah SWT cinta padamu, hingga memanggilmu untuk menghadap-Nya.

By : Ibnu Thurab

Thuadmin

Mahasiswa S1 INTERNASIONAL UNIVERSITY OF AFRIKA Asal : Padang Cermin, Pesawaran, Lampung TTL : 30 Desember 1999

5 Comments

    1. Maa sya Allah, syukron ust atas masukannya, in sya Allah akan segera kami perbaiki, kami dari tim mengucapkan syukron jaziilan dan jazaakallah khoir ahsanal jazaa..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button