SejarahSiroh Nabawi
Trending

Part 02 : Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW dari perjalanan Kedua ke Negri Syam Hingga Kehidupan Nabi Sebelum Diangkat Menjadi Rosul

Part 02 : Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW dari perjalanan Kedua ke Negri Syam Hingga Kehidupan Nabi Sebelum Diangkat Menjadi Rosul

1. Perjalanan Nabi ke Syam Untuk Yang Kedua

Beberapa tahun setelah perjalanan Nabi pertama ke Syam bersama pamannya, kini diusianya yang ke 25 tahun Nabi Muhammad kembali lagi untuk melakukan perjalanan ke Syam untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini Nabi membawa barang dagangan milik Siti Khadijah.

Nabi dipilih oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan milikinya karena ia pernah mendengar tentang kebenaran/kejujuran Nabi SAW. Tentang sifat amanah dan tentang akhlaq-akhlaq Beliau yang mulia.

Siapakah Siti Khadijah saat itu ?
Siti Khadijah adalah seorang perempuan yang mulia dan seorang yang kaya, beliau biasa memperkerjakan seorang laki-laki dalam menjalankan hartanya (pengelolaan bisnisnya), kemudian diberi upah sebagaimana mestinya.

Nabi di perjalanannya yang kedua tentunya tidak berjalan sendirian melainkan di temani oleh salah satu pelayan setia Siti Khadijah yang bernama Maisarah, lalu keduanya bergadang bersama dan setelah beberapa saat mereka berdagang, karena dengan pengalaman keduanya mereka pun berhasil kembali dengan membawa keuntungan yang cukup besar.

2. Pernikahan Nabi dengan Siti Khadijah

Tanpa disangka-sangka 2 bulan berlalu setelah kembali dari perjalanan Nabi yang kedua di Syam, Siti Khadijah melamar Nabi Muhammad SAW. Kemudian keduanya pun menikah yang pada saat itu usia Siti Khadijah 15 tahun lebih tua dari Nabi yang berusia 25 tahun yaitu 40 tahun. Bagi Siti Khadijah ini merupakan pernikahannya yang kedua setelah sebelumnya Khadijah sudah pernah menikah dengan seseorang yang bernama Abi Halah. Suaminya ini meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak laki-laki bernama Halah.

Nabi menjalani hidup bersama Siti Khadijah selama 25 tahun dan pada jangka waktu itu Nabi tidak menikah lagi dengan siapapun hingga Siti Khadijah meninggal pada usianya yang ke 65 tahun.

3. Keputusan Nabi diantara Kaum Quraisy Tentang Peletakan Hajar Aswad

Pada saat Nabi Muhammad SAW berumur 35 tahun, kaum Quraisy bergotong royong membongkar Ka’bah untuk di renovasi atau di perbaiki karena pada saat itu bangunan Ka’bah sudah sedikit tidak layak. Disaat-saat renovasi berjalan Nabi pun membantu mereka kaum-kaum Qushaiy untuk mengangkat batu besama pamannya yang bernama Abbas.

Lalu saat perbaikan bangunan Ka’bah hampir selesai kaum Quraisy berselisih tentang siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad pada Ka’bah tersebut (tempatnya). Mereka pun bermusyawarah kemudian muncullah sebuah kesempatan yang mana orang yang akan meletakkan Hajar Aswad adalah seorang yang pertama kali masuk Masjidil Haram. Dan ternyata Rasulullahlah orang yg pertama kali masuk masjid itu, lalu kaum Quraisy merasa lega dan gembira mereka berkata:”Kami Ridha kepada ORANG YG TERPERCAYA INI”.

Maka Nabi meletakkan batu itu di satu kain selendang Beliau dan Beliau minta dari tiap-tiap pemuka Quraisy supaya masing-masing memegang ujung selendang itu. Kemudian Nabi menyuruh mereka mengangkat Hajar Aswad tadi bersama-sama. Lalu Nabi mengambil batu itu dengan tangan Beliau yang mulia itu, dan meletakkan di tempatnya dengan tangan Beliau sendiri. Dengan demikian hilanglah perselisihan dalam penetapan urusan itu, serta kaum Quraisy takjub akan kecerdasan cara berfikir Nabi.

4. Perkembangan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW begitu sangat terkenal dikalangan kaumnya dengan sifat-sifat terpuji miliknya seperti : Jujur, amanah, malu, sabar dan rendah hati. Sehingga mereka kaum Quraisy memberikan beliau julukan “AL-AMIEN” yang artinya orang yang dapat dipercaya.

Kaum dan keluarga Nabi sangat mencintai Beliau, dan mereka juga sangat menghormati Beliau. Sesungguhnya Allah telah memelihara Nabi SAW dari perbuatan orang-orang jahiliyah yang tidak baik semenjak dari masa kecilnya. Beliau tidak pernah sekali-kali minum arak dan tidak pernah sekali-kali sujud kepada berhala. Sebelum menjadi Nabi Allah telah memuliakan Beliau dengan beberapa mukjizat yang menunjukkan kebesarannya, diantara mukjizat-mukjizat itu ialah dinaunginya awan diatas Nabi dalam perjalanan Beliau yang kedua kalinya ke negeri Syam.

5. Kehidupan Nabi Muhammad SAW Sebelum Menjadi Rosul

Beberapa saat sebelum usia Nabi sampai 40 tahun, Nabi lebih suka menjaukan diri (menyendiri) dari keramaian atau pergaulan dari manusia serta beribadah.

Nabi sangat sering sekali menyediri di dalam gua untuk beribadah, dan gua itu bernama Gua Hira’, yaitu yang terletak di sebuah gunung di jalanan makkah. Nabi membawa bekal ke gua itu, apabila bekalannya itu habis, Nabi kembali kepada istri Beliau, Siti khotijah, untuk mengambil bekal lagi.

Nabi Muhammad menjalankan ibadah itu menurut Agama datuk Beliau, yaitu Nabi Ibrahim, dari sepuluh hari sampai sebulan lamanya.
_______

Alhamdulillah penulis telah menyelesaikan kisah sejarah Nabi Muhammad SAW yang paling singkat di antara yang singkat-singkat, sebab menurut penulis sendiri kisah di atas adalah beberapa hal-hal yang selayaknya kita harus tau tentang Nabi Muhammad SAW agar Kita tidak benar-benar buta akan sejarahnya. Penulis juga telah merangkum dari kitab-kitab yang telah di rangkum oleh pengarangnya jadi artinya kisah di atas benar-benar yang paling singkat. Semoga bermanfaat dan insyaallah penulis akan melanjutkan kisah di atas di artikel berikutnya hingga wafatnya Rasulullah Saw.

Referensi : Khulasah Nurul al-Yaqin Fi sirah Saiyyid Al-Mursalin karya Syeikh Umar Abdul Jabbar wafat 1289 h

Penulis : Ibnu Thurab

Thuadmin

Mahasiswa S1 INTERNASIONAL UNIVERSITY OF AFRIKA Asal : Padang Cermin, Pesawaran, Lampung TTL : 30 Desember 1999

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button