SejarahSiroh Nabawi

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW Sejak Lahir Hingga Perjalanan Pertama Nabi ke Syam

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW Sejak Lahir Hingga Perjalanan Pertama Nabi ke Syam

Nabi Muhammad SAW, Rosul yaitu utusan yang Allah SWT utus untuk menyampaikan Agama Islam kepada seluruh manusia di bumi tanpa terkecuali. Beliau adalah Nabi dan Rosul terakhir atau penutup para Nabi-Nabi dan Rosul.

  1. Nasab Nabi

Nabi Muhammad SAW Keturunan dari bangsa Quraisy, suatu bangsa atau suku yang terkemuka dan dipandang sebagai suku termulia di Makkah. Nasabnya tersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim as dari ayahnya yaitu : Abdullah bin Abdil Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushaiy bin Kilaab dan seterusnya hingga bertemu Nabi Ismail bin Ibrahim as. Sedangkan Ibunya bertemu dengan nasab ayahnya di Kilaab yaitu : Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilaab.

  1. Ayah Nabi Wafat

Ketika Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ibunya, ayah Nabi telah meninggal terlebih dahulu. Beliau ayah Nabi meninggal pada usia 18 tahun dan di makamkan di kota Madinah, juga tidak meninggalkan harta waris kepada Nabi Muhammad SAW.

  1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul awal ammul fiil (tahun gajah) Nabi Muhammad dilahirkan dengan sehat dan selamat. Namun ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW seorang raja yang bernama Habasyah mengirim bala tentara dengan pasukan bergajah (menunggangi gajah) ke Makkah dengan tujuan untuk menghancurkan Ka’bah. Tapi Allah SWT membinasakan pasukan bergajah tersebut dengan mengirimkan berbondong-bondong burung Ababil yang membawa kerikil yang berasal dari dalam api neraka untuk membinasakan pasukan mereka dan Allah SWT pun menjadikan kejadian itu sebagai suatu bentuk penghormatan kepada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Itulah alasan kenapa pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut tahun gajah.

Tsuwaibah Al-Islamiyah adalah seorang pelayan paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Lahab, beliaulah yang menyusui Nabi Muhammad SAW setelah penyusuan ibunya Aminah. Kemudian setelah itu Nabi Muhammad SAW di susui oleh Halimah As-Sa’diyah hingga berumur 4 tahun.

  1. Wafatnya Ibu Nabi Muhammad SAW

Ibu Nabi Muhammad SAW (Aminah binti Wahb) wafat saat Nabi berusia 6 tahun ketika dalam perjalanan kembali dari Madinah setelah pergi berziarah ke makam ayah Nabi (Abdullah bin Abdil Muthalib) di Madinah. Nabi dan ibunya juga pergi berziarah bersama kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Ibu Nabi dimakamkan di desa yang bernama Abwa’ salah satu desa di antara Mekkah dan Madinah. Kemudian Nabi Muhammad SAW di didik oleh Ummu Aiman seorang pelayan ayah beliau.

  1. Wafatnya kakek Nabi Muhammad SAW

Abdul Muthalib adalah kakek Nabi dari ayahnya, beliaulah yang mendidik Nabi setelah meninggal ibunya. Rasa cinta Abdul Muthalib kepada Nabi bisa di bilang lebih dari pada anak-anaknya sendiri, namun baru 2 tahun setelah kepergian ibunya kakeknya Abdul Muthalib pun meninggal, saat itu umur Nabi Muhammad SAW baru 8 tahun.

Setelah kepergian kakeknya Nabi pun di tanggung atau di asuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Walaupun kehidupan mereka agak sedikit miskin tapi Nabi bersikap Qona’ah dan menerima apa yang Allah berikan kepada mereka sehingga Allah SWT selalu memberikan kemudahan rezeki kepada Nabi dan pamannya Abu Thalib.

  1. Menggembalakan kambing dan perjalanan pertama Nabi Muhammad SAW ke Syam

Setelah kakeknya meninggal Nabi pun hidup bersama dengan pamannya, karena nabi sejak kecil sangat suka menggembala maka Nabi pun menggembalakan kambing-kambing milik orang Mekkah dan Nabi juga menerima upan dari pekerjaannya tersebut yang bisa menghidupi beliau dengan upan tersebut. 1 tahun berlalu, saat Nabi berusia 9 tahun, Nabi di ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk pergi ke negri Syam dengan tujuan berdagang.

  1. Tanda-tanda Kenabian

Akhirnya Nabi dan pamannya pun melakukan perjalanan menuju Syam untuk berdagang. Tatkala sampai di suatu tempat yang bernama Bushra, seorang pendeta bernama Bukhaira melihat Nabi. Lalu pendeta ini memberi tahu kepada pamannya bahwa beliau akan menjadi Nabi yang terakhir diantara Nabi-nabi. Pendeta itu meminta kepada pamannya supaya ia pulang membawa Nabi karena takut kepada musuh yang menanti-nanti beliau di syam. Pendeta itu mengenali tanda kenabian Nabi Muhammad itu. Dari tanda-tanda yang telah tersebut dalam kitab-kitabnya para ahli kitab.

Alhamdulillah penulis telah menyelesaikan kisah sejarah Nabi Muhammad SAW yang paling singkat di antara yang singkat-singkat, sebab menurut penulis sendiri kisah di atas adalah beberapa hal-hal yang selayaknya kita harus tau tentang Nabi Muhammad SAW agar Kita tidak benar-benar buta akan sejarahnya. Penulis juga telah merangkum dari kitab-kitab yang telah di rangkum oleh pengarangnya jadi artinya kisah di atas benar-benar yang paling singkat. Semoga bermanfaat dan insyaallah penulis akan melanjutkan kisah di atas di artikel berikutnya hingga wafatnya Rasulullah Saw.

Referensi : Khulasah Nurul al-Yaqin Fi sirah Saiyyid Al-Mursalin karya Syeikh Umar Abdul Jabbar wafat 1289 h

Penulis : Ibnu Thurab

baca juga : fanatisme golongan

Thuadmin

Mahasiswa S1 INTERNASIONAL UNIVERSITY OF AFRIKA Asal : Padang Cermin, Pesawaran, Lampung TTL : 30 Desember 1999

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button